Tingkatkan Kemandirian Ekonomi, PCNU Kota Bogor Akan Gelar Workshop Barista Kekinian
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Bogor, H. Edi Nurokhman, mengatakan bahwa usaha kopi saat ini memiliki prospek yang menjanjikan dan dapat menjadi salah satu sektor yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Peluang bisnis kopi saat ini sangat terbuka. Dengan menghadirkan barista profesional, kami berharap kegiatan ini dapat memberikan keterampilan praktis yang berdampak pada peningkatan perekonomian warga Nahdliyin di Kota Bogor," ujarnya saat melakukan koordinasi di Legacy Indonesia Coffee, Jalan Cilendek Timur No. 10, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
Tingkatkan Kemandirian Ekonomi, PCNU Kota Bogor Akan Gelar Workshop Barista Kekinian
Kota Bogor – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor melalui Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kota Bogor akan menggelar Pelatihan Barista sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi warga Nahdliyin. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026, pukul 08.00–17.00 WIB di Aula PCNU Kota Bogor.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Bogor, H. Edi Nurokhman, mengatakan bahwa usaha kopi saat ini memiliki prospek yang menjanjikan dan dapat menjadi salah satu sektor yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Peluang bisnis kopi saat ini sangat terbuka. Dengan menghadirkan barista profesional, kami berharap kegiatan ini dapat memberikan keterampilan praktis yang berdampak pada peningkatan perekonomian warga Nahdliyin di Kota Bogor,” ujarnya saat melakukan koordinasi di Legacy Indonesia Coffee, Jalan Cilendek Timur No. 10, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor (11/7/26) Sabtu.
Menurutnya, workshop yang direncanakan berlangsung pada pertengahan Agustus tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para Nahdliyin yang ingin mengembangkan kemampuan berwirausaha, khususnya di bidang usaha minuman dan kopi kekinian.
“Kami mengajak warga Nahdliyin untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya agar memperoleh keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri,” tambahnya.
LPNU PCNU Kota Bogor membatasi peserta pelatihan hanya 10 orang agar proses pembelajaran lebih efektif dan intensif. Biaya investasi pelatihan sebesar Rp350.000 per peserta untuk umum dan Rp150.000 per peserta bagi pengurus aktif.
Sementara itu, pemilik Legacy Indonesia Coffee, Yun Suheri, menilai bahwa bisnis kopi kekinian dapat dijalankan dengan modal yang relatif terjangkau, termasuk dari skala usaha rumahan.
“Bisnis kopi kekinian memiliki peluang yang besar. Dengan modal yang tidak terlalu besar, masyarakat sudah dapat memulai usaha yang berpotensi meningkatkan taraf ekonomi keluarga,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa konsep yang dikembangkan Legacy Indonesia Coffee adalah menghadirkan kopi berkualitas dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
“Kami berupaya menghadirkan kopi dengan harga yang merakyat, tetapi tetap memiliki kualitas rasa dan racikan yang tidak kalah dengan sajian di kafe-kafe besar. Karena itu, tempat ini menjadi salah satu pilihan para pecinta kopi,” ujarnya.
Yun Suheri juga menegaskan komitmennya dalam pengembangan budidaya kopi dan pemberdayaan masyarakat.
“Dedikasi untuk budidaya kopi dan pemberdayaan tanpa meninggalkan tradisi. Legacy adalah mahakarya yang harus kita jaga,” pungkasnya.
Kegiatan workshop ini merupakan bagian dari ikhtiar PCNU Kota Bogor dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui peningkatan keterampilan dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Pewarta: Abdul Mun’im Hasan



