Bedah Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa di Ponpes Darul Ulum, KH. Zulfa Tekankan Pentingnya Memahami Teks dan Konteks
Ratusan peserta yang terdiri dari para kiai sepuh, masyayikh, pengurus PCNU se-Jawa Timur, pengasuh pesantren, serta keluarga besar pesantren menghadiri kegiatan Bedah Kitab Ithafu Ummati al-Muqtafa yang digelar di Gedung Yayasan Pondok Pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang (19/6/26) Jum'at.
Bedah Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa di Ponpes Darul Ulum, KH. Zulfa Tekankan Pentingnya Memahami Teks dan Konteks
Jombang — Ratusan peserta yang terdiri dari para kiai sepuh, masyayikh, pengurus PCNU se-Jawa Timur, pengasuh pesantren, serta keluarga besar pesantren menghadiri kegiatan Bedah Kitab Ithafu Ummati al-Muqtafa yang digelar di Gedung Yayasan Pondok Pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang (19/6/26) Jum’at.
Kegiatan tersebut menjadi forum ilmiah untuk mengkaji kandungan kitab Ithafu Ummati al-Muqtafa karya Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Zulfa Mustofa. Acara berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat keilmuan khas tradisi pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Zulfa Mustofa menjelaskan bahwa kitab Ithafu Ummati al-Muqtafa disusun sebagai upaya menghadirkan pemahaman Islam yang berlandaskan Al-Qur’an, As-Sunnah, serta manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang.
“Kitab Ithafu Ummati al-Muqtafa disusun sebagai ikhtiar untuk menghadirkan pemahaman Islam yang berakar kuat pada Al-Qur’an, As-Sunnah, dan manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah, sekaligus menjawab berbagai persoalan umat yang terus berkembang di tengah perubahan zaman,” ujarnya.
Menurutnya, kajian kitab tidak hanya bertujuan memahami teks secara literal, tetapi juga menggali konteks dan hikmah yang terkandung dalam ajaran Islam agar tetap relevan dalam menjawab berbagai persoalan kontemporer.
“Melalui bedah kitab ini, kita diajak untuk tidak hanya membaca teks, tetapi juga memahami konteks; tidak sekadar mengetahui hukum, tetapi juga menangkap hikmah dan kemaslahatan yang menjadi ruh dari ajaran Islam,” katanya.
KH. Zulfa Mustofa menegaskan bahwa forum-forum keilmuan seperti bedah kitab merupakan tradisi penting yang telah diwariskan para ulama dan pesantren selama berabad-abad. Tradisi tersebut menjadi sarana menjaga kesinambungan sanad keilmuan sekaligus memperkuat nilai-nilai moderasi beragama.
“Forum ilmiah seperti ini menjadi tradisi penting pesantren dan Nahdlatul Ulama dalam menjaga sanad keilmuan, memperkuat moderasi beragama, serta merawat persatuan umat di tengah beragam tantangan kehidupan sosial, kebangsaan, dan keagamaan,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, mulai dari pengurus PCNU se-Jawa Timur, para kiai sepuh, masyayikh, pengasuh pesantren, hingga para peserta yang hadir dalam majelis ilmu tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh pengurus PCNU Jawa Timur, para kiai sepuh, para masyayikh, pengasuh pesantren, serta seluruh hadirin yang telah berpartisipasi dalam majelis ilmu yang penuh keberkahan ini,” ungkapnya.
Menutup kegiatan, KH. Zulfa Mustofa menyampaikan doa dan harapan agar majelis ilmu tersebut menjadi sarana bertambahnya ilmu yang bermanfaat, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menguatkan komitmen untuk menjaga dan melestarikan warisan keilmuan para ulama salaf.
“Mugi-mugi majelis menika dados wasilah nambahipun ilmu ingkang manfaat, nguataken ukhuwah, lan ndadosaken kita sedaya istiqamah nguri-uri turats para ulama salaf,” pungkasnya.
Kegiatan bedah kitab ini menjadi bagian dari upaya penguatan tradisi intelektual pesantren yang terus relevan dalam menjawab berbagai tantangan zaman, sekaligus meneguhkan peran Nahdlatul Ulama sebagai penjaga tradisi keilmuan Islam yang moderat, toleran, dan berakar kuat pada khazanah para ulama.
#BedahKitab #IthafuUmmatiAlMuqtafa #KHZulfaMustofa #NahdlatulUlama #PCNUJawaTimur #AhlussunnahWalJamaah #NgajiKitab #Pesantren #DarulUlumJombang #Jombang




