Warta

Dzikir Kebangsaan Warnai Bulan Kemerdekaan, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Pembangunan Manusia

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Bogor didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor, Mahmudi Affan Rangkuti. Hadir pula Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kota Bogor, KH. Badru Salam, yang turut mendampingi Kepala Kemenag Kota Bogor dalam rangka memperkuat sinergi antara pemerintah, ulama, dan lembaga pendidikan keagamaan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat.

Dzikir Kebangsaan Warnai Bulan Kemerdekaan, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Pembangunan Manusia

Kota Bogor – Kegiatan Dzikir Kebangsaan yang digelar dalam rangka menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memperkuat rasa syukur sekaligus meneguhkan nilai-nilai kebangsaan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat melepas peserta Dzikir Kebangsaan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bogor, Sabtu (1/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Bogor didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor, Mahmudi Affan Rangkuti. Hadir pula Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kota Bogor, KH. Badru Salam, yang turut mendampingi Kepala Kemenag Kota Bogor dalam rangka memperkuat sinergi antara pemerintah, ulama, dan lembaga pendidikan keagamaan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat.

Pelepasan peserta berlangsung khidmat dan diikuti oleh berbagai unsur masyarakat yang akan mengikuti rangkaian kegiatan Dzikir Kebangsaan.

 

Dedie A. Rachim mengatakan bahwa semangat kebangsaan telah menjadi bagian yang melekat dalam kehidupan masyarakat Kota Bogor. Menurutnya, hal itu tercermin dari penyelenggaraan Festival Merah Putih yang rutin dilaksanakan setiap bulan Agustus dengan beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat.

 

“Nilai-nilai kebangsaan bagi warga Kota Bogor sudah semakin melekat dan kuat. Setiap bulan Agustus, masyarakat disuguhkan Festival Merah Putih dengan berbagai kegiatan yang memperkuat rasa cinta tanah air dan persatuan,” ujarnya.

 

Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur semata, melainkan juga harus menyentuh aspek pembangunan manusia. Pembangunan karakter, spiritualitas, dan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang maju dan berdaya saing.

 

Menurut Dedie, kegiatan Dzikir Kebangsaan merupakan salah satu sarana untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan sekaligus meningkatkan kedekatan spiritual kepada Allah SWT melalui doa dan dzikir bersama.

 

“Pembangunan bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia. Melalui Dzikir Kebangsaan ini, masyarakat diajak memaknai nilai-nilai kebangsaan melalui doa-doa yang dipanjatkan sebagai bentuk rasa syukur kita sebagai bangsa Indonesia,” katanya.

 

Kehadiran para tokoh agama dan pemangku kepentingan dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam membangun kesadaran kebangsaan yang berlandaskan nilai-nilai religius. RMI NU Kota Bogor memandang bahwa pesantren dan lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menanamkan semangat cinta tanah air yang sejalan dengan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

 

Lebih lanjut, Wali Kota Bogor berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengingat bahwa rasa syukur atas nikmat kemerdekaan harus diwujudkan melalui persatuan, kepedulian sosial, serta kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan daerah.

 

Pada akhir sambutannya, Dedie A. Rachim mendoakan seluruh peserta agar senantiasa mendapatkan perlindungan dan kemudahan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Dzikir Kebangsaan.

 

“Mudah-mudahan Allah SWT memberikan perlindungan, melancarkan seluruh kegiatan, serta menjadikan semua peserta berangkat dalam keadaan sehat dan kembali pulang dengan sehat,” tuturnya.

 

Kegiatan Dzikir Kebangsaan menjadi bagian dari upaya memperkuat harmoni antara nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan. Melalui dzikir, doa bersama, dan refleksi kebangsaan, masyarakat diajak untuk terus menjaga persatuan serta mengisi kemerdekaan dengan karya dan pengabdian bagi bangsa dan negara.

 

Pewarta: Abdul Mun’im Hasan

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button