Refleksi Akhir Tahun, Pergunu Kota Depok Gelar FGD 3, Matangkan Program Unggulan Guru 2026
Ketua Pergunu Kota Depok, Heru Hermanto, menegaskan bahwa keterbukaan terhadap kritik dan masukan merupakan kunci utama penguatan organisasi. Ia menilai berbagai catatan sepanjang 2025 harus dijadikan pijakan untuk membawa Pergunu Depok menjadi organisasi guru yang semakin profesional dan berdaya guna. “Evaluasi, baik berupa masukan maupun kritik yang kita terima sepanjang 2025, harus menjadi energi untuk bergerak lebih maju di 2026. Kita tidak boleh antikritik jika ingin Pergunu Depok terus berkembang,” ujar Heru.
Refleksi Akhir Tahun, Pergunu Kota Depok Gelar FGD 3, Matangkan Program Unggulan Guru 2026
Depok, PTN NU Bogor Raya — Menutup rangkaian kegiatan organisasi sepanjang tahun 2025, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Depok menggelar forum Refleksi dan Proyeksi Pergunu Kota Depok 2026. Kegiatan yang dikemas dalam FGD Sesi 3 ini berlangsung pada Selasa (30/12/2025) di Kopi Kobong, Limo, dengan tema “Evaluasi 2025, Menuju Implementasi 2026”.
Forum ini menjadi ruang penting bagi Pergunu Kota Depok untuk melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus mematangkan arah program unggulan bagi guru NU di tahun 2026. Diskusi berlangsung hangat dan terbuka, mencerminkan semangat musyawarah yang menjadi ciri khas jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
Ketua Pergunu Kota Depok, Heru Hermanto, menegaskan bahwa keterbukaan terhadap kritik dan masukan merupakan kunci utama penguatan organisasi. Ia menilai berbagai catatan sepanjang 2025 harus dijadikan pijakan untuk membawa Pergunu Depok menjadi organisasi guru yang semakin profesional dan berdaya guna.
“Evaluasi, baik berupa masukan maupun kritik yang kita terima sepanjang 2025, harus menjadi energi untuk bergerak lebih maju di 2026. Kita tidak boleh antikritik jika ingin Pergunu Depok terus berkembang,” ujar Heru.
Suasana reflektif semakin terasa saat sejumlah peserta menyampaikan kesan dan harapan. Mulyani, guru MIN 1 Depok sekaligus pengurus Pergunu Sukmajaya, mengaku bahagia dapat terlibat langsung dalam forum tersebut.
“Sejak bergabung tahun 2021, baru kali ini saya bisa hadir langsung dalam forum refleksi seperti ini. Rasanya hangat dan penuh kebersamaan, bisa berdiskusi dengan sesama guru NU,” tuturnya.
Sementara itu, dari aspek peningkatan kompetensi guru, Ustadz Muhammad Iqbal, Guru Kajian Islam Al-Hamidiyah sekaligus pengurus Pergunu Kota Depok, mendorong adanya penguatan program yang lebih aplikatif. Ia berharap kegiatan Pergunu ke depan tidak hanya berfokus pada seminar, tetapi juga pelatihan yang berdampak langsung pada praktik pembelajaran.
“Guru hari ini membutuhkan pelatihan yang praktis dan aplikatif. Harapannya, kegiatan Pergunu di 2026 benar-benar menjadi nutrisi keahlian bagi guru saat mengajar di kelas,” ungkapnya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Heru Hermanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota yang hadir. Ia memastikan bahwa jajaran pengurus akan segera menyusun langkah strategis untuk mengimplementasikan masukan yang telah disampaikan.
“Masukan dari para guru ini sangat berharga. Pengurus berkomitmen untuk menindaklanjutinya demi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan guru NU di Kota Depok,” tegasnya.
FGD Sesi 3 ini ditutup dengan diskusi santai dan ramah tamah. Momentum refleksi akhir tahun tersebut menjadi penanda kesiapan Pergunu Kota Depok untuk menyongsong tahun 2026 dengan semangat kolaborasi yang lebih kuat dan program-program yang semakin menyentuh kebutuhan nyata para guru.





