Jutaan Pelayat Padati Tehran, Qum, Najaf, Karbala, dan Masyhad untuk Antar Ayatullah Imam Ali Khamenei
Belasan Juta pelayat dilaporkan memadati sejumlah lokasi di Iran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ayatullah Imam Ali Khamenei. Kehadiran massa dalam jumlah besar menunjukkan besarnya kecintaan para pengikut terhadap ulama dan pemimpin spiritual yang selama puluhan tahun menjadi figur sentral dalam kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat Iran (7/7/26) Selasa.
Jutaan Pelayat Padati Tehran, Qum, Najaf, Karbala, dan Masyhad untuk Antar Ayatullah Imam Ali Khamenei
Tehran, Iran – Belasan Juta pelayat dilaporkan memadati sejumlah lokasi di Iran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ayatullah Imam Ali Khamenei. Kehadiran massa dalam jumlah besar menunjukkan besarnya kecintaan para pengikut terhadap ulama dan pemimpin spiritual yang selama puluhan tahun menjadi figur sentral dalam kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat Iran (7/7/26) Selasa.
Prosesi penghormatan dan salat jenazah berlangsung di berbagai tempat. Di Musala Jami Tehran (6/7), belasan jutaan pelayat dari berbagai negara berkumpul untuk mendoakan almarhum. Salat jenazah dipimpin oleh ulama terkemuka Ayatullah Ja’far Subhani dan diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
Gelombang pelayat juga terlihat di Masjid Jamkaran (7/7), Kota Qum diimami oleh Ayatullah Jawadi Amuli, tempat yang menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan penting di Iran. Selain itu, doa dan penghormatan untuk almarhum turut dilaksanakan di Kota Najaf dan Karbala, Irak (8/7), yang memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam, khususnya kalangan pecinta Ahlul Bait.
Menurut informasi yang beredar, jenazah kemudian dimakamkan di Kota Masyhad (9/7), berdekatan dengan kompleks makam Imam Ali Ridha AS. Ribuan peziarah terus berdatangan untuk mendoakan dan mengenang jasa-jasa almarhum.
Peristiwa tersebut menyita perhatian masyarakat internasional dan memunculkan berbagai respons dari kalangan pendukungnya di berbagai negara, termasuk Indonesia. Sejumlah komunitas pecinta Ahlul Bait dan keluarga Nabi Muhammad SAW menyelenggarakan doa bersama, majelis takziah, serta berbagai kegiatan keagamaan sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang mereka anggap sebagai ulama kharismatik dan pemimpin spiritual berpengaruh.
Bagi para pengikutnya, Ayatullah Imam Ali Khamenei merupakan figur yang memberikan teladan dalam keteguhan prinsip, kepemimpinan, serta pengabdian terhadap nilai-nilai Islam. Karena itu, wafatnya tokoh tersebut tidak hanya dipandang sebagai kehilangan seorang pemimpin, tetapi juga menjadi momentum untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang diwariskannya.
Pengamat sosial menilai besarnya jumlah pelayat yang hadir dalam berbagai prosesi penghormatan menunjukkan kuatnya ikatan emosional antara seorang pemimpin spiritual dan para pengikutnya. Fenomena tersebut menjadi gambaran bagaimana pengaruh seorang tokoh agama dapat melampaui batas wilayah dan tetap hidup dalam ingatan para pengikutnya.
Pewarta: Abdul Mun’im Hasan







