Silaturahmi Tokoh NU Bojonggede: Refleksi Harokah 10 Tahun dan Penguatan Jam’iyyah ke Depan.
Sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Bojonggede menggelar silaturahmi dan bincang strategis di RM Mang Hade, Tajurhalang, Bogor. Pertemuan ini menjadi ruang refleksi perjalanan harokah NU di Bojonggede selama lima hingga sepuluh tahun terakhir, sekaligus momentum memperkuat soliditas jam’iyyah dalam rangka menghadapi tantangan regenerasi dan peran strategis NU di masa depan (23/11) Minggu. Kegiatan dimulai dengan pembacaan tawassul yang dipimpin oleh KH Drs. Ali Sibromalisi, pimpinan Ponpes Tansyitul Muta’allimin Pabuaran yang juga tokoh senior NU Kabupaten Bogor sekaligus alumni Pesantren Tebuireng Jombang.
Silaturahmi Tokoh NU Bojonggede: Refleksi Harokah 10 Tahun dan Penguatan Jam’iyyah ke Depan
LTN NU Bogor Raya, Tajurhalang, Kab. Bogor — Sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Bojonggede menggelar silaturahmi dan bincang strategis di RM Mang Hade, Tajurhalang, Bogor. Pertemuan ini menjadi ruang refleksi perjalanan harokah NU di Bojonggede selama lima hingga sepuluh tahun terakhir, sekaligus momentum memperkuat soliditas jam’iyyah dalam rangka menghadapi tantangan regenerasi dan peran strategis NU di masa depan (23/11) Minggu.
Kegiatan dimulai dengan pembacaan tawassul yang dipimpin oleh KH Drs. Ali Sibromalisi, pimpinan Ponpes Tansyitul Muta’allimin Pabuaran yang juga tokoh senior NU Kabupaten Bogor sekaligus alumni Pesantren Tebuireng Jombang.
Dalam arahannya, KH Ali menegaskan bahwa khidmah beliau dalam NU bukanlah hal baru, tetapi telah berlangsung sejak masa para kiai sepuh yang menjadi tonggak harokah NU di Bogor.
“Saya ini semenjak zaman al-Maghfurlah Mama KH Mukhtar Royani Cisempur dan juga KH Aim Pondok Pesantren Al Aulia sudah ikut bergerak dalam Harokah NU di Kabupaten Bogor,” terang KH Ali kepada para tokoh NU Bojonggede yang hadir.
“Pemimpin tanfidziyah harus hadir di akar rumput, dikenal masyarakat, dan berbaur dengan mereka. Itulah identitas pemimpin NU yang sesungguhnya,” tegasnya.
Kehadiran para tokoh dalam pertemuan ini diprakarsai oleh H Mukhlissani (Pabuaran), yang melihat bahwa dinamika gerakan NU di Bojonggede membutuhkan perhatian serius dan langkah-langkah regenerasi yang lebih terstruktur ke depan.
Para tokoh NU dari berbagai ranting dan lembaga hadir memberikan pandangan dan harapan: Ustadz Muhammad Darwis
Pimpinan Pondok Pesantren Thorfatul Ain Ragajaya. “Silaturahim seperti ini harus dirutinkan. Ini cara kita merawat kekuatan jam’iyyah. NU di Bojonggede harus semakin solid dan mampu menjadi contoh bagi wilayah lain.”
H Agus Riyadi. Pimpinan Majlis Al-Wildan, “NU di Bojonggede punya potensi besar. Tinggal kita kuatkan koordinasi dan semangat kebersamaan agar syiar kita lebih terasa di tengah masyarakat.”
Ustadz Zainal Abidin. Ketua Ranting Istimewa NU Perumahan Rawa Baru Indah. “Kita harus tetap menjaga silaturahim dan memperkuat syiar NU di Bojonggede. Inilah cara paling efektif menjaga tradisi dan nilai-nilai aswaja.”
H Abdul Khalil. Ketua Ranting NU Kelurahan Pabuaran. “Saya siap menjaga dan melangsungkan konfercam NU Bojonggede. Ini amanah jamaah dan harus kita kawal bersama agar berjalan baik.”
Ustadz Zakaria Ketua Ranting NU Susukan. “InsyaAllah kita tetap silaturahim dan terus memperkuat NU di Bojonggede. Semakin kompak, semakin kuat jam’iyyah kita.”
Ustadz Darwis Tokoh NU Bojonggede. “Kita jaga kebersamaan dan terus berkhidmat. NU besar karena kebersamaan para pengurus dan warganya.”
Kiai Waspada. Tokoh NU Bojonggede yang juga kiprahnya sudah cukup lama di Pengurus PCNU Kabupaten Bogor
“Harus ada percepatan regenerasi dan peningkatan kapasitas kader. NU Bojonggede harus siap menjadi penyangga gerakan PCNU Kabupaten Bogor.”
Dalam pembahasan refleksi perjalanan lima tahun terakhir, para tokoh menyampaikan bahwa MWCNU Bojonggede memiliki potensi besar sebagai penyangga gerakan NU Kabupaten Bogor mengingat komposisinya yang strategis, dengan 1 kelurahan dan 8 desa serta pertumbuhan jamaah yang terus meningkat. Beberapa capaian dan tantangan menjadi catatan bersama untuk ditata dalam periode mendatang.
Silaturahmi ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh Ustadz Zakaria, menandai harapan bersama agar NU Bojonggede semakin solid, berkembang, dan berperan aktif dalam memperkuat jam’iyyah di tingkat kabupaten.
Pertemuan ini menegaskan tekad para tokoh NU Bojonggede untuk terus menjaga khidmah, memperkuat harokah, dan membangun sinergi demi kejayaan Nahdlatul Ulama di wilayah Bojonggede dan Kabupaten Bogor.
Kontributor: Hakim Hasan







