Harlah ke-72 RMI NU, Ketua RMI Kota Bogor Ziarah ke Makam KH Idham Chalid
Kota Bogor - Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-72 Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama, Ketua PC RMI NU Kota Bogor, Badru Salam, bersama pengurus RMI PBNU, Muhammad Hilmi As Sidiqy Al Iraqy, melaksanakan ziarah ke makam Idham Chalid, Kamis (21/5/2026). Ziarah tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada KH Idham Chalid yang dikenal sebagai salah satu tokoh utama pelopor lahirnya RMI NU sekaligus mantan Ketua Umum RMI pada masa khidmahnya.
Harlah ke-72 RMI NU, Ketua RMI Kota Bogor Ziarah ke Makam KH Idham Chalid
Kota Bogor – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-72 Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama, Ketua PC RMI NU Kota Bogor, Badru Salam, bersama pengurus RMI PBNU, Muhammad Hilmi As Sidiqy Al Iraqy, melaksanakan ziarah ke makam Idham Chalid, Kamis (21/5/2026).
Ziarah tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada KH Idham Chalid yang dikenal sebagai salah satu tokoh utama pelopor lahirnya RMI NU sekaligus mantan Ketua Umum RMI pada masa khidmahnya.
Makam KH Idham Chalid berada di Kompleks Yayasan Darul Quran, Puncak, Jalan Labuan–Cianjur No. 4 Blok A, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ketua PC RMI NU Kota Bogor, KH Badru Salam, M.Ag., mengatakan kegiatan ziarah ini menjadi bagian dari ikhtiar spiritual sekaligus penguatan semangat khidmah bagi pesantren-pesantren NU.
“Ziarah ini kami lakukan untuk mengenang perjuangan para ulama, khususnya KH Idham Chalid sebagai muasis NU dan tokoh penting dalam sejarah lahirnya RMI NU. Semoga Allah SWT selalu memberikan kelancaran kepada kita semua dalam berkhidmah untuk pesantren-pesantren,” ujarnya.
KH Idham Chalid merupakan salah satu tokoh besar Nahdlatul Ulama yang memiliki peran penting dalam membidani lahirnya Rabithah Ma’ahid al-Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) pada 20 Mei 1954. Kehadirannya menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan lembaga yang mewadahi pondok pesantren di lingkungan NU.
Kegiatan ziarah berlangsung khidmat dan penuh doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para ulama dalam menjaga tradisi pendidikan pesantren, dakwah Islam, dan perjuangan kebangsaan.
Pewarta: Abdul Mun’im Hasan







