Warta

Habib Luthfi bin Yahya: HSN 2025, Maulid, dan Haul Ulama Wujud Syukur kepada Allah, Rasul, dan Para Pejuang

Tokoh kharismatik nasional, Abah Maulana Habib Luthfi bin Yahya, hadir memberikan tausiah penuh makna di hadapan ribuan jamaah. Dalam pesannya, Abah Luthfi menegaskan bahwa peringatan HSN, maulid, dan haul ulama merupakan bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, serta para ulama dan pejuang bangsa.

Habib Luthfi bin Yahya: HSN 2025, Maulid, dan Haul Ulama Wujud Syukur kepada Allah, Rasul, dan Para Pejuang

Kota Bogor, LTN NU Bogor Raya — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Pemerintah Kota Bogor bersama para ulama dan masyarakat menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW serta Haul Kasepuhan Ulama Kota Bogor di Alun-Alun Kota Bogor, Rabu siang (22/10).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Forkopimda Kota Bogor dan Wakil Wali Kota Bogor, H. Jenal Mutaqin.

Tokoh kharismatik nasional, Abah Maulana Habib Luthfi bin Yahya, hadir memberikan tausiah penuh makna di hadapan ribuan jamaah. Dalam pesannya, Abah Luthfi menegaskan bahwa peringatan HSN, maulid, dan haul ulama merupakan bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, serta para ulama dan pejuang bangsa.

 

“Syukur yang pertama bahwa Allah telah mengirimkan banyak nabi hingga Nabi Muhammad SAW. Misinya adalah menyelamatkan umat manusia,” ujar Pimpinan JATMAN Aswaja itu.

Abah Luthfi menilai, sinergi antara pemerintah, ulama, TNI, dan Polri yang tampak dalam acara tersebut merupakan gambaran kekuatan dan kekokohan Republik Indonesia.

Beliau juga berpesan agar umat Islam senantiasa bersyukur kepada kedua orang tua yang telah berjuang dan berkorban demi anak-anaknya.

 

“Menziarahi, hidup rukun, yang tua mengayomi yang muda, yang muda menghormati yang tua, serta mendermakan harta dan mensyukuri karunia — semua itu amanah yang harus dijaga,” tuturnya.

“Sehelai rumput yang kering, sebutir pasir Indonesia adalah kehormatan tanah air. Setuju?” seru Ketua Majelis Sufi Dunia itu disambut pekik takbir hadirin.

 

 

 

Dalam tausiahnya, Abah Luthfi juga menjelaskan tiga makna penting menghormati para pejuang dan pendiri bangsa, yakni kehormatan bangsa, harga diri bangsa, dan jati diri bangsa.

“Ketika kita menghormati para pejuang, berarti kita menjaga jati diri bangsa. Jika sedang merokok, matikan dulu. Hentikan mengobrol, hormatilah para pahlawan,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia dan pihak yang berkolaborasi dalam menyukseskan acara tersebut.

 

 

“Kehadiran Abah Habib Luthfi, berkumpulnya para tokoh ulama, pemerintah, TNI, dan Polri, MUI, PCNU, Muslimat, Fatayat, tokoh agama, ribuan santri menjadi keberkahan bagi kita semua di hari bersejarah perjuangan santri yang dipimpin oleh Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari,” ungkapnya.

 

Acara berlangsung khidmat dan penuh makna, menjadi momentum memperkuat semangat nasionalisme, religiusitas, serta persatuan umat dan bangsa.

Pewarta: Abdul Mun’im Hasan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button