Lailatul Ijtima NU Bogor Barat Teguhkan Aswaja dan Khidmat Jam’iyah
Ketua MWCNU Bobar Dedy Yusuf, SE menyampaikan bahwa Lailatul Ijtima menjadi garda terdepan NU di akar rumput. “Alhamdulillah, ranting-ranting NU Bogor Barat senantiasa menjaga tradisi Aswaja melalui tawasulan, maulid Diba’i, dan mahalul qiyam. Semoga MWCNU Bobar terus menjadi role model dan bersinergi menjalankan amanah,” katanya.
Lailatul Ijtima NU Bogor Barat Teguhkan Aswaja dan Khidmat Jam’iyah
Bogor, LTN NU Bogor Raya — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bogor Barat (Bobar) kembali menggelar kegiatan Lailatul Ijtima (LI) yang berlangsung khidmat di kediaman pengurus PRNU Bubulak, Minggu malam (4/1/26). Kegiatan rutin bulanan ini menjadi ajang silaturahmi, penguatan akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), serta konsolidasi jam’iyah NU di tingkat akar rumput.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh NU, di antaranya kandidat Katib Syuriah PCNU Kota Bogor 2026, KH Khotimi Bahri, Rais Mudir Jatman Bogor Barat KH Ahmad Tavif Budiman, Rais Syuriah MWCNU Bobar KH Abdurrahman, Ketua MWCNU Bobar Dedy Yusuf, SE, Sekretaris Abdul Mun’im Hasan, Ketua PAC Ansor Bobar Putra, serta para pengurus NU tingkat ranting lainnya.
Dalam tausiahnya, KH Khotimi Bahri menegaskan pentingnya beragama dengan sanad keilmuan yang jelas. Ia mengingatkan akan munculnya kelompok yang merasa paling benar dalam beragama hingga mudah mengkafirkan pihak lain.
“NU adalah organisasi yang sanad keilmuannya jelas, bersambung hingga Rasulullah SAW. Berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah dengan metodologi ulama yang mu’tabar, mengikuti mazhab Imam Syafi’i dan empat imam mazhab,” tegasnya.
Ia mencontohkan perbedaan bacaan ayat wudhu dalam Al-Qur’an yang melahirkan praktik membasuh dan mengusap kaki, serta menyinggung sunah taqririyah dari sahabat Bilal bin Rabah yang mendirikan shalat dua rakaat setelah wudhu dan mendapat pengakuan langsung dari Rasulullah SAW.
Sementara itu, Mudir Idarah Jatman Kota Bogor KH Ahmad Tavif Budiman mengajak seluruh pengurus NU untuk terus belajar dan menata niat khidmat.
“Hayu urang sami-sami diajar. Siap memimpin dan siap dipimpin. Yakin dengan bintang sembilan yang terus hidup. Kita punya ulama Nusantara, dan Bogor menjadi salah satu pakunya,” ujarnya.
Rais Syuriah MWCNU Bobar KH Abdurrahman menegaskan bahwa tradisi NU seperti tahlil, tawasul, dan maulid merupakan jalan wusul kepada Allah SWT yang sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
“Dengan mengikuti orang-orang shalih, NU menjadi kelompok yang diberkahi Allah dan membawa keberkahan bagi keluarga,” tuturnya.
Ketua MWCNU Bobar Dedy Yusuf, SE menyampaikan bahwa Lailatul Ijtima menjadi garda terdepan NU di akar rumput.
“Alhamdulillah, ranting-ranting NU Bogor Barat senantiasa menjaga tradisi Aswaja melalui tawasulan, maulid Diba’i, dan mahalul qiyam. Semoga MWCNU Bobar terus menjadi role model dan bersinergi menjalankan amanah,” katanya.
Dukungan juga disampaikan Ketua PAC Ansor Bobar Sahabat Putra yang menegaskan komitmen Ansor untuk terus bersinergi dan mengawal tradisi Aswaja di Bogor Barat.
Sebagai shohibul bait, Sekretaris PRNU Bubulak Supriyanto mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan rutin NU di kediamannya.
“Semoga rumah ini menjadi tempat berpijak orang-orang shalih, membawa rahmat dan keberkahan bagi keluarga kami,” ujarnya.
Acara dimulai dengan tawasul yang dipimpin KH Fathuri, maulid diba’i oleh Ketua PRNU Bubulak Ustadz Saeful Bahri, SE dan doa penutup oleh Kiai Adung. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Iyad Sirojudin juga menyampaikan rencana pelaksanaan Harlah NU ke-100 Masehi yang telah mendapat SK MWCNU Bobar dan direncanakan digelar pada Minggu, 25 Januari memdatang, di Masjid Nurul Hidayah Pasir Kuda.
Pewarta: Abdul Mun’im Hasan







