PAC Pergunu Parung Mantapkan Konsolidasi Melalui Raker Pasca Pelantikan
Kegiatan strategis ini berlangsung di Sekretariat Bersama MWCNU Parung, Desa Pamegarsari, dan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat serta para pengurus Pergunu di berbagai tingkatan. Hadir dalam acara tersebut Rois Syuriah MWCNU Parung KH Anas Nashrullah, Ketua Tanfidziyah Ust. Lukmanul Hakim, Ketua MUI Parung KH Saarih, Penasehat Pergunu Parung H. Abdul Azis yang juga Kepala MTsN 1 Bogor, serta perwakilan Pengurus Wilayah Pergunu Jawa Barat Ust. Acep Pudoli. Seluruh jajaran pengurus PAC Pergunu Parung juga turut mengikuti rangkaian acara.
PAC Pergunu Parung Mantapkan Konsolidasi Melalui Raker Pasca Pelantikan
Parung, PAC Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kecamatan Parung langsung bergerak cepat dengan menggelar Rapat Kerja (Raker) perdana pasca pelantikan (23/11) Minggu.
Kegiatan strategis ini berlangsung di Sekretariat Bersama MWCNU Parung, Desa Pamegarsari, dan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat serta para pengurus Pergunu di berbagai tingkatan.
Hadir dalam acara tersebut Rois Syuriah MWCNU Parung KH Anas Nashrullah, Ketua Tanfidziyah Ust. Lukmanul Hakim, Ketua MUI Parung KH Saarih, Penasehat Pergunu Parung H. Abdul Azis yang juga Kepala MTsN 1 Bogor, serta perwakilan Pengurus Wilayah Pergunu Jawa Barat Ust. Acep Pudoli. Seluruh jajaran pengurus PAC Pergunu Parung juga turut mengikuti rangkaian acara.
Ketua PAC Pergunu Parung, Ust. Hamdi, menyampaikan bahwa Raker ini diselenggarakan untuk menyamakan visi serta memperkuat soliditas internal pengurus.
“Raker kali ini kami laksanakan sebagai bentuk konsolidasi pengurus PAC Parung. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menambah kekompakan serta memperluas sosialisasi dengan banom-banom di MWCNU Parung,” ujarnya.
Apresiasi turut diberikan oleh Wakil Ketua PW Pergunu Jawa Barat, Ust. Acep Pudoli, yang menyebut pergerakan cepat PAC Pergunu Parung sebagai bukti kesungguhan pengurus dalam berkhidmat.
“Pergunu Parung merupakan PAC yang baru terbentuk, tetapi langsung tancap gas mengadakan Raker. Ini menunjukkan semangat pengurus benar-benar terpateri demi khidmah di Pergunu Parung. Semoga sukses dan membawa berkah,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua MUI Parung KH Saarih memberikan arahan inspiratif dengan mengisahkan perjalanan dirinya dalam Pergunu sejak masa-masa awal pergerakan.
“Saya sudah mengenal Pergunu sejak sekitar tahun 1968. Perjalanan pengabdian itu masih terus saya rasakan sampai hari ini,” ungkap pria kelahiran tahun 1944 tersebut dengan penuh semangat.
Tokoh NU sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Darul Muttaqien Parung juga memberikan wejangan mengenai pentingnya kemandirian organisasi.
“NU dan banom-banomnya, termasuk Pergunu, harus memiliki jiwa kemandirian seperti yang dicontohkan para muassis. Mereka rela mengorbankan harta demi tegaknya Pergunu,” pesannya.
Raker PAC Pergunu Parung berlangsung khidmat dan hangat, diawali dengan istighosah bersama yang turut diikuti para ibu-ibu Muslimat Kecamatan Parung.
Ke depan, Pergunu Parung diharapkan mampu menjadi pelopor bagi seluruh guru di Kecamatan Parung—mulai dari guru madrasah, guru sekolah umum, hingga guru-guru nonformal (lekar)—dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat semangat keikhlasan dalam mengajar.
Kontributor: Hakim Hasan
Editor: AMH




