Workshop Moderasi Beragama Dorong Sinergi Teknologi dan Tradisi di Kabupaten Bogor
Kegiatan yang dihadiri lebih dari 100 peserta lintas profesi dan agama ini berlangsung di RM Mang Kabayan, Cibinong, dengan suasana penuh semangat dan kekeluargaan. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya H. Maman Saifulloh, Hj. Huzainul Khoiriyah, Hj. Anita Sari (Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Bogor), perwakilan Kankemenag, Dadang Hermasyah, M.Si (Dinas Kominfo Kabupaten Bogor), Hj. Sumiati (PAC Muslimat Bojonggede), Drs. H. Abdul Kholik (Ranting NU Pabuaran), Ust. Zainal Abidin, M.H., M.Hum (RIBU Pabuaran), serta Kiai Luthfi Chakim, Lc., M.A. yang memimpin dzikir, tahlil, dan doa pembukaan.
Workshop Moderasi Beragama Dorong Sinergi Teknologi dan Tradisi di Kabupaten Bogor
Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, PAC Muslimat Nahdlatul Ulama Kecamatan Bojonggede menggelar Workshop Moderasi Beragama sebagai salah satu rangkaian kegiatan semarak HSN. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran masyarakat, dunia pendidikan, dan organisasi keagamaan dalam menginternalisasi nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin (26/10) Minggu.
“Workshop ini bukan sekadar ajang diskusi, tetapi menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, guru, dan masyarakat keagamaan untuk membangun model pendidikan moderasi beragama yang sesuai dengan konteks zaman. Pemanfaatan AI dan media sosial diharapkan mampu memperkuat narasi positif, menyebarkan dakwah yang menyejukkan, serta menumbuhkan kesadaran pentingnya hidup berdampingan dalam perbedaan.” ujar Prof Dr. Rohmat Mulyana Sapdi, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan. Dalam psambutannya melalui daring.
Workshop ini terlaksana atas kerja sama antara Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Pustrajak Kemenag RI) dengan PT Mata Intan Cahaya, serta PAC Muslimat NU Bojonggede sebagai mitra pelaksana kegiatan di wilayah Kabupaten Bogor.
Ketua Panitia, Kang Erfan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang intelektual, tetapi juga bagian dari semangat kebangsaan memperingati Hari Santri Nasional.
“Workshop ini adalah bentuk kerja sama antara Kemenag RI melalui Pustrajak dengan PT Mata Intan Cahaya serta PAC Muslimat NU Bojonggede. Kami berterima kasih kepada semua narasumber dan peserta dari berbagai kalangan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari semarak Hari Santri Nasional 2025, sebagai upaya memperkuat moderasi beragama di semua lapisan masyarakat,” ujar Erfan.
Kegiatan yang dihadiri lebih dari 100 peserta lintas profesi dan agama ini berlangsung di RM Mang Kabayan, Cibinong, dengan suasana penuh semangat dan kekeluargaan. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya H. Maman Saifulloh, Hj. Huzainul Khoiriyah, Hj. Anita Sari (Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Bogor), perwakilan Kankemenag, Dadang Hermasyah, M.Si (Dinas Kominfo Kabupaten Bogor), Hj. Sumiati (PAC Muslimat Bojonggede), Drs. H. Abdul Kholik (Ranting NU Pabuaran), Ust. Zainal Abidin, M.H., M.Hum (RIBU Pabuaran), serta Kiai Luthfi Chakim, Lc., M.A. yang memimpin dzikir, tahlil, dan doa pembukaan.
Pemateri pertama, Dadang Hermasyah, M.Si dari Dinas Kominfo Kabupaten Bogor, membawakan materi bertema “Sinergi Pemerintah Daerah dan Lembaga Keagamaan dalam Mewujudkan Ekosistem Digital Moderasi Beragama.”
Dalam paparannya, Dadang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ruang digital yang kondusif bagi keberagaman.
“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Dunia pendidikan, lembaga keagamaan, dan masyarakat harus bersinergi menghadirkan ekosistem digital yang moderat, beretika, dan menebarkan nilai-nilai toleransi,” tegasnya.
Kegiatan dipandu oleh Ustadz Zainal, pengurus RINU Rawa Baru Indah Pabuaran, yang memoderasi jalannya diskusi dengan dinamis dan reflektif.
Pemateri kedua, Hakim Hasan dari kontributor media center PWNU Jawa Barat, menyampaikan materi bertajuk “Guru Moderat di Era Digital: Literasi, Etika, dan Inovasi Pembelajaran Berbasis AI dan Media Sosial.”
Ia menekankan bahwa guru di era digital memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai keislaman.
“Guru moderat bukan hanya pendidik, tetapi juga penjaga moral digital. Literasi, etika, dan inovasi pembelajaran harus berpadu agar pendidikan mampu mencetak generasi cerdas sekaligus berakhlak dan berjiwa toleran,” ujar Hakim Hasan.
Pemateri ketiga, Gus Qalbi dari Media Ansor PC Kabupaten Bogor, membahas tentang “Pemanfaatan AI untuk Dakwah dan Pencerahan Umat.”
Ia menilai bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat menjadi mitra strategis dalam memperluas jangkauan dakwah yang santun dan mencerahkan.
“AI bukan ancaman bagi dakwah, justru peluang besar untuk menyebarkan pesan kebaikan. Tantangannya adalah bagaimana kita mengisi ruang digital itu dengan konten yang membawa rahmat dan nilai-nilai kemanusiaan,” ungkapnya.
Mewakili PCNU Kabupaten Bogor, Kiai Waspodo memberikan apresiasi tinggi kepada PAC Muslimat NU Bojonggede yang telah menggelar kegiatan inspiratif ini dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional.
“Kami sangat mengapresiasi langkah PAC Muslimat NU Bojonggede yang telah menjadi penggerak dalam penguatan moderasi beragama. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Hari Santri, yakni menjaga tradisi, menguatkan persatuan, dan menghadirkan Islam rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat,” ujarnya.
Workshop berlangsung lancar dan khidmat dengan dukungan penuh dari Banser NU Kabupaten Bogor yang bertugas menjaga keamanan acara. Suasana kebersamaan dan semangat santri terasa kental, menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional bukan hanya seremoni, tetapi momentum nyata untuk memperkuat peran umat dalam membangun bangsa yang moderat dan berkeadaban.
Pewarta: Abdul Mun’im Hasan
Editor: Admin






